Ketua DPRD Banyuwangi: MPLS Ramah Jadi Fondasi Pembentukan Karakter Siswa Sejak Hari Pertama

$rows[judul]

BANYUWANGI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berlangsung serentak di seluruh satuan pendidikan di Banyuwangi pada 13–17 Juli 2026.


Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengatakan MPLS Ramah tidak sekadar menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, tetapi juga momentum awal membentuk karakter dan budaya belajar yang positif sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.


Baca Juga : DPRD Banyuwangi Matangkan Arah Industri Banyuwangi hingga 2045

"Sebagai wakil rakyat, kami memandang MPLS Ramah sejalan dengan komitmen DPRD dalam mendorong kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter sekaligus kesejahteraan peserta didik," ujar Made.

Menurutnya, pendekatan yang diterapkan dalam MPLS Ramah patut diapresiasi karena tidak hanya mengenalkan fasilitas sekolah dan tata tertib, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembinaan mental, emosional, serta kemampuan sosial siswa.

Ia menilai kegiatan pengenalan sekolah seharusnya diisi dengan aktivitas edukatif yang mampu menanamkan nilai-nilai dasar, seperti disiplin, tanggung jawab, empati, semangat kebersamaan, hingga membangun kepercayaan diri siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, Made menegaskan seluruh rangkaian MPLS harus dilaksanakan secara kreatif, edukatif, dan humanis tanpa memberi ruang bagi praktik perpeloncoan maupun tindakan yang berpotensi merendahkan martabat peserta didik.

"Orientasi sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membangun rasa aman bagi seluruh siswa baru. Tidak boleh ada praktik perpeloncoan dalam bentuk apa pun," tegasnya.

Selain memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MPLS Ramah, DPRD Banyuwangi juga memastikan akan terus mengawal berbagai program pendidikan yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.

Made mengatakan lembaga legislatif berkomitmen menjaga keberlanjutan anggaran sektor pendidikan, terutama program-program yang mendukung pembentukan karakter, peningkatan kualitas pembelajaran, dan penguatan layanan pendidikan.

"Kami akan mengawal agar program-program pembinaan siswa tetap menjadi prioritas sehingga kualitas layanan pendidikan terus meningkat," katanya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, orang tua, pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Menurut Made, keberhasilan penyelenggaraan MPLS tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan kondusif.

Ia berharap pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di Banyuwangi dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain sekaligus menjadi fondasi dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

"Dengan sinergi seluruh pihak, kami berharap MPLS Ramah mampu menjadi awal yang baik bagi siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, dan memiliki karakter kuat," pungkasnya.